PEREMPUAN, PESANTREN DAN KOMUNIKASI:

KEPEMIMPINAN PONDOK PESANTREN DENGAN PENDEKATAN INTERPERSONAL

  • D.I. Ansusa Putra UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Sandi Maspika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Umdatul Maghfiroh, UM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Keywords: Pola Komunikasi, Pemimpin Perempuan, Pondok Pesantren

Abstract

Realitas pesantren yang identik dengan kiyai dan maskulinitas disebabkan oleh bias gender terhadap kepemimpinan perempuan. Perempuan dianggap tidak cakap menjadi communication leader untuk menggerakkan aktifitas kepesantrenan. Bertentangan dengan itu,  artikel ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pola komunikasi kepemimpinan perempuan mampu memberikan dampak yang positif terhadap aktifitas pesantren, meskipun terdapat berberapa problematika yang dihadapi oleh seorang pemimpin perempuan di pondok pesantren. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dari observasi kepemimpinan Dra. Tiaman di pondok pesantren Ummul Masakin, Jambi. Penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi data yang berkaitan dengan tema: 1) Kepemimpinan, 2) Komunikasi, dan 3) Pondok pesantren. Artikel menyimpulkan bahwa Kepemimpinan perempuan di pondok pesantren dapat memberikan dampak positif kepada pengembangan kepribadian santri dan aktifitas kepesantrenan karena pola komunikasi yang dibangun yang didominasi oleh pola komunikasi interpersonal. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kekuatan wisdom yang mampu menggerakkan hal positif dan meminimalisir hal negative, seperti konflik atau problem disharmoni khususnya pada lembaga pendidikan Islam seperti pesantren.

CROSSMARK
Published
2021-06-30
DIMENSIONS
Section
Articles