Educational Social Movement of Indonesian Women from Pre-Independence to Reform Era

Educational Social Movement

  • Afifa Nabila Afdhalia Universitas Brawijaya, Malang
  • Siti Raudhatul Jannah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Keywords: Women's Movement, Social Education, Islam, Indonesia

Abstract

Abstract: This article attempts to examine the gradation of the social movement of Indonesian women's education from time to time, starting from the pre-independence era to the Reformation period. A long movement that does not exist in a vacuum arises from recognising women's status to men who have always held an imperial position. This article itself is conducted in a descriptive qualitative technique with a historical thinking approach. The authors found that the imperial position of women is caused by many factors, both religious views that place women lower than men and a gradation in the social movement of education throughout the history of the life of the Indonesian nation, from the pre-independence era to the reformation era. Even the thought of upholding women's rights as equal to men has existed since the pre-independence era, as can be seen from the fantastic Indonesian female figures, not only because of their thoughts and actions that predate their era but also because of their enormous concern. On efforts to emancipate women, such as those carried out by Dewi Sartika or RA. Kartini. This spirit has continued to develop from time to time to produce a social education movement driven by the two most prominent Islamic organisations in Indonesia, namely Muhammadiyah through its female organisation Aisyiyah and NU through the NU Muslimat movement produced many breakthroughs in the social education sector.

Abstrak: Artikel ini diupayakan menelisik gradasi gerakan sosial pendidikan wanita Indonesia dari masa ke masa, mulai dari masa pra kemerdekaan hinggar masa Reformasi. Sebuah gerakan panjang yang tidak hadir di ruang hampa namun muncul dari sebuah kesadraan tentang posisi wanita vis a vis dengan pria yang selama ini senantiada di posisikan dalam posisi yang imperior. Artikel ini sendiri dilakukan dalam tekni  kulaitatif deskriftif dengan pendekatan pemikiran historis. Hasilnya penulis menemukan bahwa posisi imperior wanita diakibatkan oleh banyak faktor termasuk di dalamnya pandangan keagamaan yang menempatkan wanita lebih rendah dibandingkan pria. Selanjutnya penulis juga menemukan adanya gradasi pergerakan sosial pendidikan di sepanjang sejarah kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari masa pra kemerdekaan hingga reformasi. Bahkan pemikiran untuk menegakkan hak-hak wanita sederajat dengan pria telah ada sejak masa pra kemerdekaan, sebagaimana dapat diloihat dari figur-figur wanita Indonesia yang amat mengagumkan, tidak saja karena pikiran dan tindakan mereka yang mendahului zamannya, namun juga karena konsern mereka yang amat besar pada upaya emansipasi wanita, seperti yang dilakukan oleh Dewi Sartika ataupun RA. Kartini. Semangat inilah yang terus berkembang dari masa ke masa hingga menghasilkan gerakan sosial pendidikan yang dimotori oleh dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah melalui ormas kewanitaannya Aisyiyah dan juga NU melalui pergerakan Muslimat NU yang dewasa ini telah menghasilkan banyak gebrakan di bidang sosial pendidikan.

Kata-kata kunci: Gerakan Wanita, Sosial Pendidikan, Islam, Indonesia.

CROSSMARK
Published
2021-06-30
DIMENSIONS
Section
Articles